Jumat, 19 Juli 2013

FF: Love Will Find The Way Part 1

Title Will Find The Way

Author: Nandhani Mulaning Luga (@00liner)

Cast: Kyuhyun (SJ)
         Sooyoung (GG)
         Siwon (SJ) as Sooyoung's secret admirer
         Minho (SHINee) as Sooyoung's brother
         Sulli (f(x) as Siwon's sister
         Youngmin (BF) as Kyuhyun's brother
         Kwangmin (BF) as Kyuhyun's brother

Genre: Family, Romantic, School Life

Sooyoung POV
Hari ini adalah hari pentingku! Karena hari ini adalah hari pertama Masa Orientasi Sekolah. Aku yang akan bertugas menjadi senior galak. Tahun lalu, aku yang dikerjai. Kali ini aku ingin balas dendam! Hahaha.
Oh iya, perkenalkan, namaku Choi Soo Young. Aku murid kelas sebelas di Seoul High School. Di sekolahku, semua muridnya adalah calon K-Idol. Jadi tak usah heran kalau besok aku juga jadi K-Idol. Hehehe. Aku punya satu dongsaeng. Dia akan masuk sekolah di sekolah yang sama denganku mulai hari ini. Kami sudah menjadi trainee di SM Entertainment.

Aku sudah selesai menyiapkan sarapan. Kamarku dan kamar Minho ada di atas. Sedangkan dapur ada di bawah. Aku berjalan ke kamar Minho untuk membangunkannya.

"Minho-ya!! Ireona! Ini sudah siang!" Kataku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.

"Yuri noona, kenapa kau membentakku?" Yuri noona? Ah ada-ada saja. Eh aku jadi punya ide.

"Cepatlah bangun! Yuri noona mencarimu!!"

"Jinjja? Dimana dia?" Minho cepat-cepat bangun dan merapikan rambutnya.

"Aish jinjja! Cepat mandi. Aku tidak mau terlambat."

"Dimana Yuri noona?" Dia bertanya dengan wajah yang berharap.

"Tidak ada. Aku hanya ingin membangunkanmu." Kataku sambil berlari kebawah.

"Ya!! Kau sudah merusak mimpi indahku!" Suara Minho masih terdengar sampai bawah.

*skip

Aku sedang sarapan sendirian di bawah. Eomma dan appa sedang pergi ke luar kota. Sedangkan Minho, dia memang Raja Mandi Paling Lama. Jadi aku harus membangunkannya satu setengah jam sebelum berangkat sekolah.

Dia keluar dari kamarnya, menuruni tangga dengan langkah malas. Sudah memakai seragam dan rambutnya juga sudah rapi.

"Noona, besok jangan bangunkan aku seperti itu lagi. Aku benar-benar berharap ada Yuri noona disini!" Katanya, masih dengan wajah malas.

"Kau harus bangun sendiri kalau tidak suka kubangunkan. Sudah dibangunkan, tidak bilang terima kasih pula!"

"Maunya juga begitu. Tapi kau tahu kan, aku sering susah bangun. Gomawoyo, Sooyoung noona yang paling pintar memasak dan sedikit cerewet." Minho berkata sambil mencubit pipiku.

"Apa? Aku tidak dengar!!" Kataku supaya dia mengulang kata 'gomawo'. Dia jarang sekali berterima kasih padaku.

"GO-MA-WO-YO." Katanya dengan tersenyum seperti dipaksakan.

"Sudahlah. Cepat makan." Aku memberikan Omurice padanya.

"Apa hari ini kita berangkat bersama Siwon hyung dan Jinri seperti biasanya?" Siwon oppa dan Jinri adalah tetangga kami. Nama marga nya memang sama seperti kami, tapi mereka bukan keluarga kami.

"Mungkin. Sebaiknya tanyakan ke Jinri dulu." Minho berdiri. "Eitt. Habiskan makananmu dulu, Choi Min Ho!" Dia kembali ke tempat duduknya.

*skip makan

"Jinri-ya!! Jinri-ya!!" Minho berteriak didepan rumah Jinri seperti anak TK yang akan mengajak bermain temannya.

"Chamkkaman!" Kata Siwon oppa sambil membukakan pintu gerbang. "Dia sedang makan. Kalian mau menunggu di-" Belum selesai dia berbicara, Minho langsung berlari kedalam.

"Dasar anak itu." Aku menggumam sendiri.

"Ah.. Gwaenchanhayo. Kita kan sudah seperti keluarga." Siwon oppa tersenyum padaku.

Kami masuk kedalam. Minho sudah duduk di sofa sambil memakan keripik yang ada di meja. Jinri sedang makan di dapur.

"Annyeong, Jinri-ya." Aku menyapanya dan ikut duduk di meja makan.

"Eonni, aku begitu gugup. Aku takut tidak ada yang mau bermain denganku." Wajahnya berkeringat. Sepertinya dia benar-benar gugup. Seperti tahun lalu waktu aku pertama kali masuk SMA.

"Tentu saja tidak mungkin! Banyak yang suka padamu, Jinri-ya. Aku juga seperti itu waktu pertama kali masuk SMA. Lagipula kan ada teman-teman SM disana. Kai, Sehun, Soojung, Taemin kan satu angkatan denganmu. Ada si tengil itu juga kan.." Kataku sambil menunjuk Minho.

"Apa kau bilang? Coba ulangi!" Minho menghampiri kami, masih dengan keripiknya.

"Aniyo. Gwaenchanhayo. Jinri, kau sudah selesai? Ayo berangkat." Kataku mengalihkan perhatian. Jinri tersenyum, menahan tawa.

"Noona, jangan mengalihkan perhatian." Katanya serius.

"Sooyoung-a, Jinri-ya, Minho-ya!! Ayo berangkat!" Siwon oppa berteriak.

"Ayo berangkat!!" Aku berlari sambil menggandeng tangan Jinri.

"Ya!!! Tunggu aku!"

Siwon oppa menyetir, Minho duduk disebelahnya, aku dan Jinri duduk di belakang.

"Eonni, apa disana namjanya tampan-tampan?" Jinri bertanya dengan wajah penasaran.

"Tentu saja! Buktinya kami berdua ini." Minho menyahut sambil membenarkan kerah seragamnya.

"Siapa yang bertanya padamu, Minho-ya?!" Jinri menjawab dengan tatapan sewot.

"Ya! Panggil aku oppa, Jinri-ya!" Minho berteriak.

"Shirheo! Kita hanya selisih beberapa bulan!" Jinri juga berteriak tak kalah keras dengan Minho.

"Sudahlah! Kalian menganggu konsentrasi Siwon oppa yang menyetir." Aku menengahi mereka berdua. Siwon oppa hanya tertawa sambil menyetir.

"Sudahlah. Tenanglah Jinri-ya. Disana memang banyak yang tampan. Tapi jangan senang dulu! banyak juga yeoja yang cantik disana. Jadi kau harus terlihat berbeda dari yang lainnya." Kataku memberi masukan pada Jinri.

"Ne. Eonni janji kan, kalau aku tidak punya teman, eonni harus menemaniku saat istirahat!"

"Itu tentu saja tidak mungkin terjadi, Jinri-ya. Banyak teman-temanku dan Sooyoung yang tahu tentangmu dan tentang Minho. Kami sudah bercerita pada mereka." Kata Siwon oppa menenangkan.

"Nah! Akhirnya sampai sekolah! Kajja!" Minho yang paling bersemangat diantara kami berempat.

M"Minho-ya tunggu aku! Aku malu berjalan sendiri." Jinri menyusul Minho menuju tempat MOS

"Apa menurutmu mereka cocok, oppa?" Aku bertanya pada Siwon oppa.

"Ne. Tapi mereka tidak tidak menyadarinya."

"Hahaha. Ne, kau betul." Aku menjawabnya dengan tertawa.

"Hei apa yang kalian bicarakan? Cepatlah sedikit." Minho lagi-lagi berteriak.

Dibelakang kami, banyak yeoja yang mengikuti. Samar-samar kudengar, "Apa Siwon sunbae dan  Sooyoung sunbae berpacaran?", "Andwaeyo! Mungkin mereka saudara. Buktinya Jinri dan Minho tadi" juga bersama mereka." Siwon oppa yang mendengarnya malah sengaja merangkulku dari belakang.

"Apa yang kau lakukan, oppa?" Aku tidak biasa diperlakukan begini oleh Siwon oppa.

"Tenanglah. Aku  hanya ingin mereka diam." Katanya sambil tersenyum padaku. Seakan-akan kami benar-benar berpacaran.

"Hmm. Ne. Tapi sebaiknya kau cepat-cepat melepasnya, karena banyak yeoja yang akan menerkamku." Kataku dengan aegyo pout.

"Haha. Ne." Katanya sambil mengacak-acak rambutku.

Semakin banyak orang yang memperhatikan kami. Aku sedikit menjauhkan jarakku dari Siwon oppa.
Itu dia kelasku.

"Oppa, aku ke kelasku dulu ya." Kataku padanya.

"Ye. Nanti kau harus galak, ye! Fighting!! Hahaha." Siwon oppa menyemangatiku sambil tertawa.

Sampai di kelas, sudah ada Taeyeon dan teman-teman. Ada duo evil, Changmin dan Kyuhyun. Ada juga Henry, trainee SM yang dikirim dari Cina.

"Good morning, Sooyoung-a." Jaejin menghampiriku. Dia adalah namja pertama yang aku kenal di sekolah ini. Dia adalah trainee FNC Entertainment.

"Morning too! Apa kabarmu, Jaejin-a?"

"Tentu saja baik! Dangshineunyo? (Bagaimana denganmu?)"

"Seperti yang kau lihat, aku sangat bersemangat untuk mengerjai anak baru!!"

"Kau tahu, aku tidak diterima untuk jadi eksekutor sepertimu." Katanya dengan wajah sedih.

"Bagaimana itu bisa terjadi?"

"Kata mereka, wajahku  tidak garang. Dan hanya membuat yeoja histeris saja."

"Hahaha. Itu memang benar. Aku saja setuju." Memang, chinguku yang satu ini  seorang photogenic. Wajahnya bersih seperti yeoja. Walaupun orangnya cerewet, tetap saja dia tidak cocok jadi eksekutor.

"Ya sudahlah. Ayo kita kesana." Aku menarik tangannya.

Di lapangan, sudah banyak haksaeng baru. Banyak anak SM yang masuk sini. Sepertinya Jinri sudah punya teman. Dia bersama Soojung, Taemin, dan Minho. Aku menghampiri para OSIS yang sedang berunding.

"Nah akhirnya dia datang! Cepat Ibu Ketua! Kami menunggumu." Tiffany berteriak. Oh iya, perlu kalian ketahui, aku ini ketua OSIS. Hehehe.

"Ne. Chamkkaman." Aku menjawabnya sambil setengah berlari. Jaejin mengikutiku dari belakang.

"Nanti yang menjadi eksekutor utama adalah Sooyoung, Changmin, Kyuhyun, dan Kibum (Key). Buatlah kesan yang buruk pada mereka. Kalian harus cerewet! Kibum, lakukan seperti hari-hari biasa. Changmin, jangan menggoda para yeoja. Kyu, jangan terlalu kejam. Dan Sooyoung, jangan memberikan perhatian istimewa dengan orang yang kau kenal. Kami tahu banyak hubae yang kau kenal." Yonghwa memberikan strategi pada kami semua.

"Siap, Kapten!!" Kataku sambil mengepalkan tangan.

"Sooyoung-a, apa kau gugup?" Kibum menghampiriku dan memulai obrolan.

"Tidak. Malah aku tidak sabar!!" Kataku bersemangat.

"Sooyoung-a, apa kau lapar? Aku sangat lapar." Changmin ikut duduk di tengah-tengahku dan Kibum.

"Geser! Geser!!"

"Yaa!! Kau mengganggu suasana saja." Kibum mengomel dan terpaksa menggeser posisi duduknya.

"Sudah mulai lapar sih. Memang kenapa, Changmin-a?"

"Aku ingin makan bersamamu, Sooyoungie~" Aiish dasar. Selalu saja begini. Changmin memang terkenal sebagai pemodus para yeoja. Jadi jangan heran kalau aku juga dirayu seperti ini.

"Paboya!" Aku menjitak kepalanya. "Lebih baik kau ajak Kibum." Aku menyikutnya.

"Aa! Sakit! Kau kejam sekali padaku. Aku tulus mengajakmu makan. Karena aku sudah lama tidak makan bersamamu." Kata Changmin sambil mengusap-usap kepalanya.

"Apa ada ini ribut-ribut?" Kyuhyun duduk disebelahku. Deg! Kenapa tiba-tiba jantungku berdetak lebih kencang? Atau mungkin karena ada  Kyuhyun disini?

"A-aniyo." Kataku gelagapan. Aku menggeser posisi dudukku. Ada apa denganku?

"Gwaenchanhayo?" Kibum bertanya padaku.

".Gwaechanda." Aku tersenyum seperti dipaksakan.

"Chingudeul!! Semuanya berkumpul!" Yonghwa selaku wakil ketua OSIS memanggil kami berempat.

"Apa kau pernah melakukan ini sebelumnya, Sooyoungssi?" Kyuhyun berbisik padaku.

"Ne. Dulu waktu SMP. Tapi tidak sekeras ini. Bagaimana denganmu?" Kataku dengan bahasa formal.

"Aku belum pernah melakukannya. Waktu SMP, aku sibuk olimpiade. Sepertinya kita harus banyak mengobrol ya. Supaya lebih terlihat dekat oleh para hubae." Aku juga ingin seperti itu, KYUHYUN!

"Ne. Sepertinya begitu." Aku tersenyum padanya.

*skip MOS

Kyuhyun POV

1 Minggu Kemudian.

Wuaah! Akhirnya selesai juga MOS. Kami begitu sukses! Kibum benar-benar cerewet seperti ibu-ibu. Changmin, dia menggunakan jurus tebar pesonanya, lalu tiba-tiba marah. Aku bertugas mencari kesalahan yang ada di tugas mereka. Dan Sooyoung, menurutku dia yang paling keren! Dia bahkan memarahi dongsaengnya sendiri. Oh iya! Hampir saja lupa. Namaku Jo Kyu Hyun. Aku haksaeng kelas 11 di Seoul High School. 1 minggu yang lalu aku menjadi eksekutor MOS di sekolahku. Ini pertama kalinya aku dipilih menjadi eksekutor karena aku jail dan wajahku dingin. Hahaha. Aku sering tertawa sendiri melihat yeoja yang satu minggu ini telah bekerja total.

 *flashback 

"Yaa!! Siapa namamu? Mengapa kau tidak memakai nametag-mu?" Sooyoung berteriak kepada seorang hubae namja. 

"Noona! Aku ini dongsaengmu! Bagaimana mungkin kau melupakan namaku?" Si namja berteriak tak kalah nyaring. 

"Mana nametag-mu? Cepat pakai!! Oh iya, jangan bahas urusan rumah disini! Ini sekolah, bukan rumah!" Wah.. Dia benar-benar menakutkan kalau seperti ini. 

"Ne. Algesseumnida, sunbae." Akhirnya namja itu menurut dan berlari mengambil nametag-nya. 

"Apa dia benar-benar dongsaeng-mu?" Aku berbisik pada Sooyoung. 

"Ne. Kalau dirumah, aku tidak bisa seperti ini. Dia pasti memberontak. Hahaha." 

"Kau tahu, aku juga ingin melakukannya. Tapi aku tidak tahu caranya." Kataku dengan wajah murung. 

"Ne? Memang dongsaeng-mu ada disini?" Dia berkata sambil mencari haksaeng yang mirip denganku. 

"Ne. Malah ada dua. Yang disana itu. Jo Young Min dan Jo Kwang Min." Kataku sambil menunjuk sepasang anak kembar yang duduk bersebelahan. 

"Waa.. Adikmu kembar! Lucu sekali. Apakah menyenangkan punya adik kembar?" Dia bertanya sambil memperhatikan Youngmin dan Kwangmin. 

"Biasa saja. Youngmin itu mudah marah, dan Kwangmin itu hiperaktif. Anehnya, saat Kwangmin banyak bergerak, Youngmin yang terlihat lelah." 

"Hei, coba lihat, dia sedang menggoda dongsaeng-nya Hyoyeon, Hyojung! Ini saat yang tepat!" Sooyoung menyikutku sambil menunjuk Youngmin. 

"Hm. Baiklah." 

"Fighting!" 

 Aku menghampirinya dari belakang. 

"Yaa! Jo Young Min! Jangan menggoda yeoja waktu Masa Orientasi! Kau bisa melakukannya kalau tugasmu sudah selesai!" Aku berusaha menahan tawaku. Karena sebenarnya aku tidak pernah memarahinya. 

"Hanya sebentar, hyung." Dia memanyunkan bibirnya. 

"Tidak bisa! Cepat kerjakan tugasmu. Dan panggil aku sunbae!!" 

"Ne. Arasseo." Youngmin kembali mengerjakan tugasnya. 

 *flashback end 

"Heii. Apa yang kau lamunkan, Kyu?" Changmin duduk di sebelahku. 

"Ani. Hanya mengingat satu minggu yang paling menyenangkan kemarin itu." Kataku sambil tersenyum 

"Hahaha. Benar. Kemarin saja Kibum membuat dongsaeng-nya, Jongin benar-benar takut padanya." Changmin tertawa dengan melirik Kibum yang wajahnya masih sewot. 

"Untung dongsaengku sudah kuberitahu dari awal. Jadi mereka tidak terlalu mempermasalahkan itu." Aku juga ikut melirik Kibum. 

"Tidak ada yang sadar kalau Shim Hyun Seong adalah dongsaeng-mu, hm?" Sooyoung yang baru datang langsung duduk di bangkunya. 

"Jinjja? Hyunseong adalah dongsaeng-mu, Changmin-a?" Kibum mulai cerewet. 

"Ne. Memangnya kenapa?" Changmin mulai sewot. "Yaa! Kenapa kau tidak cerita padaku? Kalau aku tau Hyunseong adalah dongsaeng-mu, aku kan bisa mengerjainya lebih parah!!" Kata Kibum. 

"Dasar!! Kau sudah membuat banyak hubae ketakutan, masih belum puas juga?" Sooyoung memukul kepala Kibum dengan buku yang ia pegang. 

"Semuanya! Jangan lupa, besok ada pesta penyambutan haksaeng baru." Yonghwa mengingatkan kami semua. 

 Sooyoung POV
"Sooyoung-a, kau datang bersama siapa?" Jaejin mendekatiku. 

"Mollayo. Mungkin bersama dongsaeng-ku atau Siwon sunbae." 

"Aku tidak punya teman. Aku boleh ikut kalian?" Dia memang jarang bergaul. Temannya di sekolah saja hanya aku, Yonghwa, Jonghyun, dan beberapa trainee FNC. 

"Kenapa kau tidak mengajak Yonghwa seperti biasanya?" Tanyaku. Biasanya dia selalu pergi bersama Yonghwa.

"Dia sudah mengajak Joohyun." Joohyun? Waah.. Akhirnya Yonghwa berani mengajaknya. 

"Jinjja? Waa.. Kenapa kau tidak mengajak yeoja saja?" 

"Kau kan yeoja! Jadi aku mengajakmu!" Oh iya, aku kan yeoja. Aiih paboya. 

"Oh iya ya! Baiklah. Kalau kau mau ikut, datanglah kerumahku jam 6 sore." 

 "Algesseumnida! Gomapseumnida, Youngie!" Katanya sambil mencubit pipiku. Aish kenapa harus pipiku terus? 

 Kyuhyun POV 
Aku berjalan ke kelas 10, dan mencari dua dongsaeng-ku. Sudah waktunya pulang. 
"Youngmin, Kwangmin, ayo pulang." 

"Ne, hyung. Chamkkaman." Yang menjawab hanya Kwangmin. 

"Hyunseong, kami pulang dulu, ne." Youngmin berpamitan dengan dongsaeng-nya Changmin.

"Annyeong." Aku membungkuk padanya. 

*di mobil 

"Kalian besok datang bersama siapa?" Aku bertanya pada mereka berdua. 

"Aku bersama Hyojung!" Kata Youngmin bersemangat. 

"Yeoja yang kemarin kau goda itu?" Aku menaikkan sebelah alisku. 

"Sebenarnya Youngmin hyung tidak menggodanya, hyung. Hyojung adalah sunbae kami di Starship Ent." Kwangmin membela kembarannya. 

"Oh.. Jadi begitu. Kalau kau, Kwangmin, kau pergi bersama siapa?" Aku bertanya padanya tanpa menoleh. 

"Hmm aku belum tahu, hyung." 

 "Jinri?" Aku menyebutkan nama yeoja yang mungkin cocok dengan Kwangmin. 

"Dia sudah bersama Minho." 

"Soojung?" 

"Dia bersama Taemin." 

"Jieun (IU)?" 

"Dia bersama Wooyoung." 

"Naeun?" 

"Dia bersama Myungsoo sunbae." 

"Hayoung?" 

"Yaa!! Dia masih kelas 9, hyung! Lagipula kenapa kau tanyakan semua?" 

"Aku hanya mengetesmu. Hahaha." Aku tertawa kecil, masih fokus pada jalan. 

"Bagaimana denganmu, hyung? Kau bersama siapa?" Youngmin yang sedari tadi diam mulai bersuara.

"Molla. Mungkin aku mengajak Changmin atau Sungmin hyung." 

"Kenapa tidak bersama Victoria sunbae? Bukankah kau dekat dengannya?" Kwangmin yang sok tau juga ikut angkat bicara. 

"Aniyo. Kami hanya teman dekat. Lagipula jika kami bersama, dia hanya menceritakan Jinki." Aku menjawab dengan enteng. 

"Oh.. Begitu. Lalu, kenapa kau tidak mengajak Sooyoung sunbae saja?" 

"Sooyoung? Aku tidak percaya diri untuk mengajaknya. Mungkin dia bersama Siwon hyung." Hmm aku memang ingin mengajaknya. Tapi.... Siwon hyung menyukai Sooyoung. Aku tidak mungkin mendekati Sooyoung. 

"Setahuku, Sungmin sunbae bersama Sunkyu sunbae. Kenapa kau tidak ikut Siwon sunbae saja?" Kwangmin memberi ide padaku. 

"Sepertinya itu ide bagus, Kwangmin-a. Nanti akan kutanyakan pada Siwon sunbae." Arah mataku kembali fokus ke jalan.

TBC

Maaf ya pendek banget. Belum klik nih idenya T,T tunggu di part berikutnya ya! Oh iya, jangan lupa tinggalin komentar! ^^

1 komentar:

  1. Bagus kok thor,,,lanjutin ya ff nya :)...moment minsul nya dibanyakin juga,hehhe :D

    BalasHapus