Sabtu, 15 Juni 2013

FF: I Think I'm In Love With You Part 3


Title : I'm Think I'm In Love With You

Cast : - Kang Chan Hee
         - Han Sung Young
         - Han Kyung Soo / D.O                                        
          - Han Sun Young
          - Kim Jong In / Kai
          - Kim Ryeo Wook

Genre: Romantic (failed -_-), Family, longshot

Jeongmal mianhamnida kalo yang ini banyak typo. Soalnya aku lagi kacau. Hahaha.

Chanhee POV
Hana, dul, set...

"APAKAH ADA ORANG DISINI? BISAKAH
SESEORANG MENOLONGKU? AKU TIDAK TAHU
JALAN!"

Tidak ada jawaban. Aku berjalan lagi, lurus
terus. Mungkin saja aku menemukan jalan.

"Gwaenchanayo?" Kata seseorang dibelakangku
sambil menyentuh bahuku.

"AAA-" Aku reflek berteriak, karena tempat ini begitu sepi. Aku sudah menyiapkan mental, kalau-kalau memang tidak ada orang yang bisa menolongku.

"Hei ini aku, babo!!" Kata orang itu.

"Nuguseyo?"

"Apa wajahku tidak kelihatan, hah?" Katanya sambil mengarahkan senter pada wajahnya.

"Kai hyung? Hahaha. Wajahmu hitam, jadi aku tidak bisa mengenalimu." Tawaku.

"Ayo kita pulang. Kau sudah makan? Bagaimana kalau kita makan di luar saja?" Tanya Kai hyung.

"Apa kau tidak kembali ke Seoul?" Tanyaku. Biasanya Kai hyung kembali ke dorm pada hari sabtu. Satu minggu sekali dia pulang. Jadi sekolahnya kadang di Busan High School, kadang di SM Academy.

"Ani. Aku sedang ingin dirumah, lagipula EXO juga belum comeback. Jadi aku tidak terlalu sibuk."

"Ye. Kajja! Traktir aku, oke?" Kataku sambil menarik tangannya.

"Ne. Bagaimana hari pertama sekolahmu? Kulihat tadi waktu keluar dari bus kau bersama seorang yeoja. Sayangnya, aku tak melihat wajahnya, karena aku dikerumuni fangirl."

"Ne. Dia lucu sekali hyung!"

"Temanmu? Cepat sekali kau memiliki teman. Cantik kah?" Kata Kai hyung. Tumben sekali dia 'kepo'.

"Kau penasaran sekali, hyung. Kau memang tak memiliki teman yeoja?" Tanyaku. Walaupun sebenarnya aku juga sudah tahu jawabannya.

"Ne, aku penasaran sekali. Secepat itu kau mendapatkan teman. Tunjukkan padaku besok, ne!" Sepertinya dia penasaran sekali.

"SIRHEOO! Carilah yeoja lain, hyung!"

"Kau pikir aku akan berpacaran dengannya? Aniyo! Aku hanya ingin melihat wajahnya, itu saja!"

"Jinjja? Sampai kau suka dengannya, aku akan menjodohkanmu dengan ahjumma di kantin sekolah! Hahahaha" Kataku mengancam, dibarengi dengan evil laugh.

"Trust me!"

Sungyoung POV
Hari sudah gelap, appa dan eomma tak kunjung pulang. Kemana mereka? Perutku sudah mulai berbunyi sekarang. Eotteohke? Oh iya! Kan ada D.O oppa, dia jago sekali memasak. Bahkan lebih pintar dari eomma. Karena waktu di dorm, dia memasak sendiri. Jadi, mau tidak mau harus memakan hasil masakannya sendiri. Dan dia jadi terlatih untuk memasak masakan yang enak.

"Oppa!! Aku lapar! Bisakah kau membuat sesuatu yang bisa dimakan?" Teriakku dari dalam kamar. Aku menuju ke kamarnya. Sebelum aku membuka pintunya, aku mendengarkan apa yang sedang dibicarakan D.O oppa dalam telepon.

"....Haha jinjjayo? Kau penasaran dengan wajahnya? Aku tahu yeoja itu....."

"....Ne memang, dia memang cantik..." Hah? Oppa sedang membicarakan seorang yeoja? Jeongmal?

"... Jangan sampai kau tertarik padanya. Bisa gawat.."

Aku langsung membuka pintu kamarnya karena terlalu penasaran.

"Yeoja? Nuguya oppa?!" Aku yang penarasan, langsung to the point.

"Ya!! Kenapa tidak mengetuk pintu dulu! Chingu, aku akan meneloponmu nanti lagi, ye? Annyeong!" Dengan cepat dia menutup telponnya. Dia terlihat gugup. Wajahnya membentuk ekspresi O___O seperti biasanya.

"Kau menyukai seorang yeoja, oppa?"

"Aniyo!! Eum itu.." Ia terlihat sedang berpikir. "Eh kau sudah makan? Aku belum. Kau ingin kumasakkan?"
Oh iya! Tadi kan aku mau meminta tolong oppa memasakkan makanan. Sampai-sampai lupa urusannya gara-gara menguping tadi, hehe.

"Ne. Aku lapar oppa."

"Geurae. Aku masakkan dulu ya." D.O oppa pergi ke dapur.

D.O POV
Aku sedang melihat-lihat blog masakan di laptopku. Aku juga sedang chatting dengan Lay juga. Membicarakan tentang masakan seperti biasanya. Aku sering memasak bersama dengan Lay bila ada waktu luang. Dia seperti partner masakku. Hehe.

*drrt drrrt

Ponselku bergetar, langsung kurogohnya dari saku celanaku. Kai, tertera nama itu di ponselku. Langsung saja kutekan tombol hijau.

"Yeoboseyo?"

"Annyeong, hyung! Kau sedang dimana?" Kai menjawab dengan suara ceria.

"Annyeong! Dirumah. Waeyo? Kau di dorm sendirian?"

"Ani, aku sedang makan dengan Chanhee dongsaeng. Aku sedang menikmati rasanya jadi kakak!" Syukurlah.. sekarang dia sudah akur dengan dongsaengnya..

"Aku senang bisa mengejeknya, mengusirnya, menyuruhnya, hahaha." Dasar!! Kukira dia sudah akur.

"..Bohong hyung! Dia yang kusuruh-suruh. Dia kan terlalu polos! Hahaha..." Chanhee ikut bicara di telepon.

"Ya!! Jangan ajari kakakmu untuk tidak menjadi polos, Chanhee! Nanti dia tidak bisa kusuruh-suruh di dorm! Hahaha." Aku mengecilkan perkataanku di bagian 'Chanhee'nya. Aku takut kalau Sungyoung mendengarnya.

'Huss pergi sana!' Aku mendengar suara Kai mengusir Chanhee yang dianggapnya pengganggu.

"Dia membuatku penasaran saja! Baru satu hari masuk sekolah, dia sudah berkenalan dengan seorang yeoja! Aku saja tidak pernah! Curang bukan?" Haha. sepertinya yang dimaksud adalah Sungyoung.

"Management kita tidak memperbolehkan artisnya dekat dengan yeoja, babo!" 

"Oh iya ya! Ya setidaknya kita masih bisa backstreet, kan? Hehe." Eh? Ternyata Kai yang polos ini juga mengerti artinya backstreet. Mungkinkah Chanhee yang mengajarinya? Chanhee..... Kau masih kecil, jangan tularkan pada dongsaengku juga.. Hahaha.

"Hyung, kau tahu yeoja yang dimaksud Chanhee? Bukankah adikmu juga satu sekolah dengan Chanhee?" Kai sepertinya penasaran sekali dengan Sungyoung.

"Ne. Aku tadi melewati sekolah dongsaengku, dan aku melihat Chanhee berjalan dengan seorang yeoja ke kedai es krim."

"Chanhee tadi bercerita dengan wajah berbinar. Sepertinya dia suka pada yeoja itu." Kata Kai.
"Haha jinjjayo? Kau penasaran dengan wajahnya? Aku tahu yeoja itu."

"Ye, aku penasaran sekali. Apa dia cantik?"

"Ne memang, dia memang cantik. Jangan sampai kau tertarik padanya. Bisa gawat!" Aku memberi saran padanya, agar tidak ada perselisihan hyung-dongsaeng hanya karena dongsaengku.

Tiba-tiba pintu terbuka, ada Sungyoung dibaliknya.

"Yeoja? Nuguya oppa?" Sungyoung bertanya dengan wajah penarasan.

*skip

Aku sekarang sedang memasak di dapur, untung saja tadi Sungyoung tidak bertanya lebih detail lagi. Kalau iya, matilah riwayatku!

Naah.. Jadi! Omurice ku sudah jadi!

"Sungyoung! Ini sudah jadi! Sun-young, kau sudah makan?" Aku berteriak sambil menyiapkan alat makan.

"Heum..  Baunya enak sekali, oppa. Oppa memang yaaang terhebat!" Sungyoung datang dan langsung mengacungkan jempolnya di depan wajahku.

"Kau juga adik yaaang tercantik!" Kataku sambil mencubit hidungnya.

"Hei bagaimana denganku?" Sun-young datang dan memasang ekspresi iri.

"Kau juga adik yaaaaaaaaaaaaaaaaaaang...." Kataku membuatnya penasaran.

"Yang apa, oppa?" Sungyoung ikut penasaran.

"Yang tertidur.. Hahaha."

"Ya!! Oppa! Kau membuatku lapar!" Kata Sun-young sambil memegangi perutnya.

"Apa hubungannya, babo!" Kataku sambil mengacak-acak rambutnya.

"Kajja. Aku juga sudah lapar!"

"Kau tahu, kudengar eomma mempunyai anak kandung dari pernikahan sebelumnya. Dia namja!" Kataku semangat. Tadi siang, aku diberitahu bahwa sebenarnya eomma pernah menikah sebelumnya. Dan suaminya sudah meninggal. Lalu barulah eomma bertemu appa. Aku penasaran dengan saudaraku itu! Kata eomma, semenjak eomma memutuskan untuk menikah lagi, dia melarikan diri. Dan eomma bertemu dengan anak itu saat tadi dia mengurus perpanjangan KTP. Saat anak itu dipanggil namanya, eomma langsung ingat kalau namja itu adalah anaknya

"Jinjja? Selisih berapa tahun dengan oppa? Tampan kah?" Sun-young penasaran.

"Selisih 5 tahun. Dulu ibu pernah menemukannya di SM Academy. Ibu ingin mengajaknya pulang, tapi dia tidak mau. Kalau soal tampan, aku tidak tahu. Hehe." Jawabku. Aku saja belum tahu yang mana orangnya. Padahal satu management denganku. Katanya sih dia sudah debut jauh sebelumku. Andai saja aku tahu orangnya. Tapi eomma tidak memberi tahu namanya padaku.

"Jinjja? SM Academy? Aigoo.. Kira-kira dia member grup apa? Aku jadi ikut penasaran! Oppa, kau harus bertanya namanya pada eomma!" Kata Sungyoung.

"Molla. Aku sudah bertanya pada eomma. Tapi eomma merahasiakannya."

"Mungkinkah dia adalah Donghae oppa?" Kata Sungyoung sambil membayangkan sesuatu.

"Donghae? Donghae kau bilang oppa? Dia itu ahjussi! Kekekek." Sun-young menanggapi dengan tawa khasnya.

*skip

"Hoaaam. Aku sudah mengantuk. Oppa, eonni, aku tidur dulu ne." Sun-young pamit akan tidur. Dia memang yang paling mudah mengantuk dari kami bertiga.

Sungyoung POV
"Ye. Aku belum mengantuk. Bagaimana denganmu, Sungyoung?" Kyungsoo oppa melihat ke arahku.

"Aku juga belum, oppa. Kajja, kita main internet saja. Aku kemarin menemukan blog keren, oppa!" Kataku sambil menariknya menuju kamarku.

Ryeowook POV
Pagi ini aku bangun awal sekali. Aku akan mengurus identitasku di Busan, kota asalku. Aku pindah ke Seoul karena aku kecewa terhadap eomma ku yang sebegitu teganya menikah lagi. Padahal baru 1 tahun appa meninggalkannya. Waktu itu, aku belum mengerti apa-apa. Untung ada seorang ahjumma yang merawatku sampai aku bisa mencari uang sendiri. Walau begitu, sebenarnya aku ingin melihatnya. Kudengar, eomma mempunyai 3 anak. Aku selalu mencari kabar tentang keluarga eomma di Busan. Rasa kecewaku terhadap eomma sudah mulai menyurut. Aku sekarang mengerti bagaimana perasaan eomma. Aku tahu tidak selamanya eomma menunggu appa yang sudah tiada.

*skip

Sampailah aku di kantor ini. Aku akan mengurusi KTP-ku yang belum diperpanjang. Saat menunggu, banyak yeoja yang meminta tanda tangan. Ya, itu sudah keseharianku. Dikejar fans, dikejar paparazzi, dimintai tanda tangan, dan dicaci-maki hater. Buatku, hidupku sekarang yang kurang hanyalah......... Keluarga. Aku ingin sekali bertemu eomma, bertemu adik-adikku, dan appa baruku. Walaupun masih ada sedikit luka di hatiku.

"Nomor 17, Kim Ryeo Wook!" Kata seorang ahjussi memakai microphone. Sekarang giliranku.

"Heii!! Chamkkaman!!" Kata seseorang dari belakang. Aku langsung menoleh.

"Kau juga ingin minta tanda tangan, ahjumma?" Tanyaku dengan bahasa sopan.

"Aniyo. Kau lupa denganku, Ryeowook?" Kata ahjumma itu. Siapa dia?

"Mianhamnida." Kataku sambil membungkuk. "Tapi aku tidak bisa mengingat semua fansku. Mereka terlalu banyak."

"Kau lupa dengan wajah eommamu, nak?" Kata ahjumma itu lagi. Hah? Eomma? Jeongmalyo? Biar kuingat-ingat.. Aku benar-benar lupa wajah eommaku. Sudah bertahun-tahun aku tidak bertemu dengannya.

"Jinjja? Apa namamu Park Boo Young?" Kataku.

"Ne!! Kau benar! Lihat saja KTP ku kalau kau tidak percaya." Dan benar saja. Disana tertulis nama 'Park Boo Young'.

"Bolehkah aku memelukmu, Ryeo-". Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, aku langsung memeluknya.

"Eomma, bogoshipeo." Kataku.

"Nado.. Jebal.. jangan tinggalkan eomma lagi, Ryeowook.. Sekarang kan kau sudah punya appa. Jangan pergi lagi. Kau harus berjanji pada eomma." Eomma memelukku sambil menangis.

"Inikah nampyeon barumu, eomma?" Aku bertanya sambil melirik ahjussi yang bersama eomma.

"Ne. Han Sang Joo imnida." Kata 'appa baruku' sambil membungkuk. "Kami selalu mencoba untuk masuk ke gedung SM Academy. Tapi security selalu menghalangi kami." Sepertinya dia orang yang baik.

"Bagaimana kalau setelah ini kita makan bersama? Untuk merayakan pertemuan kita ini!" Kata eomma bersemangat.

"Ne. Aku setuju." Kataku. "Panggilan terakhir kepada Kim Ryeo Wook! Tolong segera!" Aku sampai lupa kalau tadi aku dipanggil.

"Eomma, aku mengurus KTP ku dulu, ne. Nanti kita mengobrol lagi. Annyeong, eomma, appa." Kataku sambil membungkuk dan langsung berjalan ke depan.

Han eomma POV
Aku adalah Park Boo Young, ibu dari Ryeowook, Kyungsoo, Sungyoung, dan Sun-young. Aku sudah menikah dua kali. Karena suamiku yang pertama meninggal saat usia pernikahan kami baru enam tahun. Aku begitu terpuruk sejak kepergiannya. Tapi aku harus menjaga Ryeowook dan mencari pekerjaan. Saat aku sedang merenung di sebuah taman yang sepi, aku bertemu dengan Sangjoo, teman masa kecilku dan cinta pertamaku. Dan mulai saat itu juga aku mulai kembali dekat dengannya. Dan akhirnya aku menikah dengannya.

Dari pernikahanku yang pertama, aku dikaruniai satu putra. Namanya Kim Ryeo Wook. Bertahun-tahun lamanya  aku ingin bertemu dengannya. Di melarikan diri saat umurnya masih 5 tahun. Dia kecewa karena aku dengan cepat bisa melupakan appa-nya. Memang aku dan appa-nya dijodohkan untuk urusan bisnis keluarga. Tapi saat itu aku juga mulai mencintainya. Dia pergi ke Seoul, dan tinggal bersama seorang ahjumma yang berbaik hati padanya. Dia sekarang menjadi salah satu anggota dari boy group nomor satu Korea, Super Junior. Dan tidak sembarang orang bisa memasuki dormnya. Bahkan aku yang eomma kandungnya saja tidak diperbolehkan masuk.

Anakku yang kedua bernama Han Kyung Soo, atau lebih dikenal dengan nama D.O. Dia putra pertamaku dari suami keduaku. Sekarang, dia sedang berkuliah di Inha University. Dia juga salah satu anggota boy group Korea, EXO. Baru saja ia dan grupnya debut.

Lalu yang ketiga adalah Han Sung Young. Dia masih SMP, baru hari ini dia memasuki sekolah baru. Dia dari dulu memaksaku untuk mengijinkannya ikut audisi di SMEntertainment. Aku masih belum tega melepasnya, aku merasa cukup melepas dua anakku saja disana. Apalagi dia adalah yeoja. Aku makin tak tega saja melepasnya.

Yang keempat adalah Han Sun Young. Namanya memang kubuat mirip dengan Sungyoung, karena wajahnya mirip. Postur tubuhnya pun juga sama. Mungkin orang yang pertama bertemu mereka langsung mengira mereka kembar. Dia masih kelas 5 SD.

Siang tadi aku bertemu dengan Ryeowook adeul! Tak kusangka aku bisa bertemu dengannya setelah bertahun-tahun lamanya. Dia sudah dewasa sekarang. Tampan, baik hati, dan kudengar dari para ELF, dia juga pintar memasak. Mandiri sekali. Aku sekarang lega karena dia sudah memaafkanku. Dan dia mau berkenalan dengan suamiku, Han Sang Joo. Semoga dia juga bisa menerima adik-adiknya dengan baik.
Aku tadi menceritakan padanya tentang adik-adiknya. Ternyata dia teman akrab Kyungsoo adeul. Kurasa Ryeowook adeul senang mendengar semua ceritaku. Banyak pertanyaan yang keluar dari mulutnya,

"Apakah Sungyoung dongsaeng cantik?", "Jinjja? Sun-young dongsaeng tukang tidur? Hahaha", "Kyungsoo dongsaeng sudah tahu kalau aku hyungnya?".

Aku berencana akan mempertemukan mereka malam ini. Ryeowook akan kuajak pulang kerumah...

Sungyoung POV
Mengapa sampai larut ini, eomma belum juga pulang? Apakah terjadi sesuatu?

"Oppa, kenapa eomma tak kunjung datang?" Tanyaku pada D.O oppa yang masih mengotak-atik laptopku.

"Molla. Mungkin appa sedang mengurus pekerjaannya, dan eomma menemaninya. Masalahnya sejak tadi siang aku sudah bertanya pada mereka, tetapi mereka tidak menjawab." Jawab D.O oppa panjang lebar.

"Oh.. Begitu. Eh, oppa! Siapa yeoja yang kau maksud tadi? Apa kau sudah memiliki yeojachingu? Ceritakan padaku, oppa!! Jebal.." Aduh gawat! Kenapa dia masih ingat? Aku harus bilang apa?

"Aniyo! Kai yang mempunyai yeojachingu." Hah? Kai? Kenapa aku jadi salah bicara begini?

"Jeongmal, oppa?" Wajah Sungyoung yang tadinya penasaran, menjadi raut sedih. Aduh.. Kenapa aku bisa salah bicara begini?

"Eh tidak! Maksudku, begini. Kai sedang mengincar seorang gadis. Aku juga tidak tahu siapa itu." Kataku asal agar Sungyoung sedikit senang.

"Oh.. Begitu.. Kau kenal dongsaengnya Kai sunbae, oppa?" Sungyoung? Kenapa kau bertanya tentang Chanhee? Kau suka padanya?

"Sunbae? Kau tadi bertemu dengannya di sekolah?" Dia bertemu dengan Kai? Gawat!!

"Ne. Dia tampan sekali kalau dilihat dari dekat." Dari dekat? IGE MWOYA?!

"Lalu? Kai melihatmu? Apakah para sasaeng fans menyerangmu?" Kataku sambil memutar tubunhnya. Barangkali ada luka di tubuhnya.

"Aniyo. Aku hanya melihatnya saat aku berada di kantin. Mana mungkin aku mengajaknya berkenalan? Dia selalu dikerubuti yeoja. Lagipula, buat apa aku mengajaknya berkenalan? Suatu saat nanti, pasti kau akan mengenalkanku Kai sunbae pada kan, oppa?" Sungyoung menaik turunkan alisnya

"Kalau aku tidak mau, bagaimana?" Aku mengerutkan alisku.

"Jebal.. Oppaku yang tampan, bermata indah, dan pintar memasak." Katanya dengan menyatukan kedua tangannya, juga dengan aegyonya.

"Ne. Suatu saat." Kataku sambil tertawa.

"Jangan sampai kau melupakan janjimu, oppa!"

*Tok tok tok*

"Oppa.. Ada yang mengetuk pintu. Aku bukakan dulu, ne."

Sungyoung POV
Aku berjalan menuju pintu rumah. Sepertinya itu eomma dan appa. Kasihan sekali mereka bekerja sampai larut malam. Aku langsung membukakan pintu dan melihat siapa yang datang.

"Annyeong. Eomma kenapa pulang la- Ryeowook oppa! Kenapa kau ada disini? Bolehkah aku memelukmu?" Ternyata mereka tidak hanya berdua. Ada Ryeowook Super Junior juga! Astaga.. Apa ini mimpi?

"Sungyoung, bahkan kau belum menyuruh Ryeowook masuk." Kata appa. Sampai aku lupa menyuruh mereka masuk.Ternyata benar yang di internet. Ryeowook itu pendek sekali! Hahaha.

"Geurae. Mari masuk, semua." Kataku mempersilahkan masuk.

"Ada apa kenapa berteriak-teriak, Sung-" Belum selesai D.O oppa berbicara, dia sudah ternganga duluan melihat kedatangan Ryeowook.

"Sun-young sudah tidur? Ada yang ingin eomma bicarakan.." Kata eomma sambil tersenyum. Atau mungkin Ryeowook adalah saudara kami itu? Mungkinkah?

"Ne. Dia sudah tidur daritadi. Ingin membicarakan apa eomma? Lalu kenapa ada Ryeowook hyung disini?" D.O oppa menjawab.

"Ini adalah saudaramu yang eomma ceritakan tadi, Kyungsoo." Hah? Jinjjayo? Dia? Ryeowook Super Junior adalah kakakku?

"Jinjja?! Ryeowook hyung adalah... Hyungku?" Kyungsoo oppa sampai lambat berbicara karena teramat senang.

"Ahh.. Sudah kuduga dari dulu kalau kau adalah dongsaengku! Matamu mirip dengan eomma. Aku selalu ingat eomma setiap melihat matamu.." Kata Ryeowook 'oppa' sambil memeluk D.O oppa.

"Aku tidak dipeluk, oppa?" Kataku sambil cemberut dibuat-buat.

"Hahaha. Ne, Sungyoung? Kau Sungyoung kan?" Ryeowook oppa memelukku juga.

"Mannaseo bangapseumnida, oppa. Eomma cerita apa saja tentangku? Tidak yang jelek-jelek kan?" Aku melirik eomma dengan tatapan curiga.

"Aniyo. Eomma hanya menceritakan pada Ryeowook tentang kemiripanmu dengan Sun-young. Agar saat dia bertemu denganmu, dia bisa membedakannya." Jawab eomma.

"Aku tidak menyangka kalau kau adalah kakakku, oppa." Kataku sambil memegangi wajahnya dengan wajah kagum.

"Sungyoung, kenapa kau lucu sekali? Kau tidak pernah melihatku di tv kah?" Kata Ryeowook 'oppa' dengan tertawa.

"Aniyo. Aku melihatmu setiap hari di tv. Aku mendengarkan siaranmu di Sukira. Aku hanya tidak percaya saja seorang 'Kim Ryeo Wook' ternyata adalah kakakku." Kataku menjelaskannya masih dengan wajah kagum.

"Hahaha. Geurae. Lalu aku nanti tidur dimana, eomma?" Ia bertanya pada eomma.

"Nanti kau tidur di kamar Kyungsoo saja. Kamarmu cukup kan, adeul?" Eomma bertanya pada Kyungsoo oppa.

"Geurae, hyung! Kajja!" Kyungsoo oppa langsung mengajak Ryeowook oppa ke kamarnya.

"Ya sudah. Eomma, appa, aku juga ingin tidur." Kataku sambil berjalan menuju kamarku.

Sampai di tempat tidur, aku terus memikirkan semua orang yang hari ini kutemui. Mulai dari Chanhee, Kai sunbae, Kyungsoo oppa, dan Ryeowook. Aaah.. Kenapa dunia ini indah sekali? Aku bahkan diberi kesempatan untuk ada didekat mereka. Aku berharap bisa seperti ini terus...

Sun-young POV
Hoaaam.. Aku baru saja bangkit dari tempat tidurku. Aku langsung bangun dan membereskan tempat tidurku. Sekarang jam berapa, ya? Sepertinya masih pagi. Sebaiknya aku mandi dulu. Aku melewati kamar Sungyoung eonni. Dia masih tertidur nyenyak. Mungkin tadi malam dia melembur dengan D.O oppa. Aku mengintipnya dari balik pintu kamarnya. Dia terus mengigau tak jelas dan tersenyum-senyum.

"...Kai oppa, kenapa kau tampan sekali?.." Siapa lagi kalau bukan Sungyoung eonni? Dia setiap malam selalu memimpikan biasnya. Tak jauh berbeda denganku sih. Tapi dia lebih sering, apalagi soal Kai EXO.
Aku menutup pintunya kembali dengan hati-hati agar Sungyoung eonni tidak bangun. Aku lalu melewati kamar D.O oppa. Dia juga sama seperti Sungyoung eonni. Masih terlelap. Tetapi mengigaunya lebih jelas.

"...Hyung, kau berjanji tak akan pergi lagi kan?.." Hyung? Siapa maksudnya? Sunbaenya? Aku jadi penasaran.

Aku kembali berjalan. Menuju balkon, mengambil handuk dan menghirup udara segar di luar. Sepertinya sudah cukup. Saatnya mandi!!

Ryeowook POV
Aku sudah bangun dari dini hari. Tiba-tiba saja perutku sakit. Aku mencoba untuk mengeluarkan sesuatu dari perutku di kamar mandi. Tapi dari tadi tak kunjung keluar. Sampai-sampai aku tertidur disini. Aku bangun setelah sinar matahari menyinari kaca kamar mandi ini. Aku memakai celanaku kembali dan berencana untuk melanjutkan tidurku di kamar D.O dongsaeng. Aku membuka pintu dan....

"Aaaa! Hei? Kau Ryeowook Super Junior?! Apa aku masih tertidur?" Tanya yeoja itu sambil mencubit pipinya. Dia meringis, menandakan bahwa dia merasa sakit.

"Ne. Bukankah tadi malam kita sudah bertemu? Kau lupa?"

"Bertemu? Aku belum pernah bertemu denganmu, Ryeowook. Apa yang kau lakukan dirumahku?" Jawabnya dengan wajah bingung. Oh iya! Ini mungkin Sun-young. Bukankah kata eomma wajah mereka mirip sekali?

"Ne? Biar kutebak... Kau Han Sun Young? Anak bungsu keluarga ini?" Kataku sambil mengangkat alisku. Seakan-akan aku sedang membaca pikirannya.

"Ya!! Bagaimana kau tahu?" Katanya masih dengan wajah bingung

"Bagaimana kalau kita bicarakan nanti? Kau sepertinya harus mandi dulu." Kataku sambil menggeser badanku supaya dia bisa masuk ke dalam kamar mandi.

"Geurae. Jangan pergi ne!" Kata Sun-young sambil menutup pintu kamar mandi.

Aku berjalan menuju kamar Kyungsoo. Dia masih tidur. Aku senang bisa tinggal disini. Apalagi karena adik-adikku yang terlalu jujur ini. Kalau mereka senang, mereka akan bilang senang. Kalau mereka tak senang, mereka akan langsung mengatakannya. Apalagi Sungyoung. Seperti tadi malam itu. Dia sepertinya penggemar beratku. Hahahaha.

Sungyoung POV
Hoaaaam. Baru saja aku bangun dari mimpi indahku. Seperti biasanya, aku bermimpi tentang Kai oppa lagi. Sepertinya sudah siang. Jam berapa ya sekarang? OMO! Jam 06.30!! Kenapa tidak ada yang membangunkanku?

Aku langsung berlari menuju kamar mandi. Ternyata ada orang di dalam.

"Hoii!! Siapa di dalam? Cepat !! Aku akan berangkat sekolah!" Kataku sambil mengetuk pintu kamar mandi.

"Sebentar eonni! Sebentar lagi aku selesai!" Oh.. Ternyata Sun-young. Kenapa dia tidak membangunkanku. Aishh jinjja.

Beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi. Aku langsung cepat-cepat masuk kamar mandi.

D.O POV
"Hoii Siapa di dalam? Cepat !! Aku akan berangkat sekolah!" Aishh itu pasti Sungyoung. Setiap pagi selalu saja berteriak-teriak. Padahal aku berencana akan bangun siang, lalu kembali ke Seoul dengan Ryeowook hyung.

"Kyungsoo? Kau sudah bangun? Ayo kita memasak bersama!" Kata Ryeowook hyung semangat.

"Geurae. Chamkkaman!"

Sun-young POV
Aku sudah memakai seragamku. Aku penasaran. Kenapa ada Ryeowook dirumahku? Apa dia bersama D.O oppa? Seingatku kemarin yang datang hanya D.O oppa. Sebaiknya aku tanya eomma saja! Aku menuju kamar appa dan eomma. Kosong. Dimana mereka? Sebaiknya aku mencarinya di dapur. Mungkin eomma sedang membuat sarapan. Tapi disana tidak ada eomma. Hanya ada D.O oppa dan Ryeowook.

"Annyeong, oppa." Kataku.

"Annyeong." Kata D.O oppa. "Hyung, tolong ambilkan merica di lemari itu." D.O oppa meminta tolong pada Ryeowook. Sepertinya mereka akrab sekali. Sampai-sampai D.O oppa memanggil Ryeowook dengan sebutan 'hyung'.

"Oppa, mengapa ada Ryeowook ahjussi disini?" Tanyaku pada D.O oppa.

"Ahjussi? Kekekek. Aku masih muda, Sun-young dongsaeng." Dongsaeng? Bahkan aku belum pernah bertemu dengannya.

"Ryeowook hyung adalah saudara kita." Saudara?

"Saudara? Maksudmu, Ryeowook adalah oppaku?" Tanyaku dengan wajah tak percaya. Jinjja?

"Saudara? Omona. Mianhamnida, oppa." Kataku sambil membungkuk di depan Ryeowook 'oppa'.

"Hahaha. Gwaenchana, Sun-young." Ryeowook oppa membalas dengan senyuman. Lalu mendekatiku, dan memelukku. "Tadi pagi, kukira kau adalah Sungyoung. Lalu aku ingat kata eomma. Kalau kau dan Sungyoung wajahnya mirip sekali."

Sungyoung POV
Aku sudah mandi dan memakai seragamku. Hari ini pasti aku terlambat. Ini celaka! Padahal hari ini adalah hari pertama Masa Orientasi Sekolah!

"Annyeong, D.O oppa, Ryeowook oppa." Kataku sambil langsung mengambil makanan yang ada di meja.

"Annyeong. Sungyoung, kau berangkat denganku. Dan Sun-young berangkat dengan D.O dongsaeng. Oke?"

"Ne, oppa. Tapi cepat ne! Aku sudah terlambat. Kajja!" Kataku. Langsung kutarik tangan Ryeowook oppa.

 "Kita naik apa, oppa? Apa kau bisa menyetir mobil?"

"Kau meragukanku? Tentu saja aku bisa menyetir. Kajja, naik mobilku saja."

*skip

Akhirnya sampai di sekolah. Jam besar di depan sekolah masih menunjukkan pukul 06.50. Untung saja tadi Ryeowook oppa menyetir seperti pembalap. Gomapseumnida, Ryeowook oppa!!

Mengapa semua orang memperhatikanku? Apa ada yang salah denganku? Aku memperhatikan tubuhku. Tidak ada yang salah. Oh iya! Mungkin mereka melihat Ryeowook oppa tadi. Wah.. Gawat kalau sampai ketahuan kalau aku adalah dongsaeng nya Kim Ryeo Wook!

"Siapa dia?" "Mengapa dia bersama Ryeong oppa?" "Aishh beruntungnya dia!" Yeoja-yeoja di belakangku berbisik-bisik.

Aku tetap berjalan lurus. Menuju aula dan mencari seseorang. Chanhee.

Chanhee POV
Aku terlambat! Ini semua karena Kai hyung. Dia mandi lama sekali. Aku jadi ikut terlambat. Aku berlari menuju aula. Dan mencari seseorang. Sungyoung.

"Mencari seseorang, nona?" Aku berbisik di dekatnya.

"Aniyo. Aku hanya.. Ha- hanya.." Sungyoung yang kutanya, mendadak gagap. "Kau tadi berangkat bersama Kai sunbae?"

"Aniyo. Bisa-bisa aku dikerubungi fangirl. Tadi aku berangkat naik bus."

"Lalu, dimana Kai sunbae?" Ah.. Yang ditanyakan hanya Kai hyung.

"Molla. Tadi aku-" "Semua haksaeng kelas 7, mohon berkumpul di aula sekarang. Acara akan segera dimulai." Kata seorang sunbae perempuan, yang tak lain adalah Eunji sunbae, yang membully Sungyoung di hari pertama sekolah. Dia tersenyum padaku.

"Kajja." Aku mengajak Sungyoung menuju aula. Wajahnya sedikit murung. Mungkin karena ia takut dengan Eunji sunbae. "Gwaenchana?"

"Ne. Gwaenchana."

"Selamat pagi semuanya. Ijinkan saya memperkenalkan diri. Joneun Jung Eun Ji imnida. Saya adalah ketua osis Busan High School. Kalian bisa memanggilku Eunji. Mannaseo bangapseumnida." Eunji sunbae memperkenalkan dirinya. Banyak namja yang bersiul-siul, mungkin karena Eunji sunbae berparas cantik.

"Jadi, nenek lampir itu adalah ketua osis? Aish jinjja." Kata seorang namja yang duduk di sebelah Sungyoung. Sepertinya mereka teman SD. Karena mereka sama-sama tak suka dengan Eunji sunbae. Hehe.
 
"Ne. Kita harus banyak-banyak berdoa supaya nasib kita tidak seperti waktu SD." Kata Sungyoung penuh ekspresi. Sepertinya dia sangat akrab dengan namja itu.

"Sekarang kita harus berani melawan, Sungyoung-ah. Kita pasti bisa. Fighting!" Kata namja itu sambil mengepalkan tangannya.

"Ne. Kita pasti bisa! Yo!" Kata Sungyoung sambil menyalami namja itu ala Hip Hop (kebayang ngga? XD)

"Apa aku mengganggu kalian?" Kataku sambil tersenyum.

"Ani. Duduklah disini." Sungyoung menepuk-nepuk tempat duduk yang kosong di sebelahnya. Aku duduk di sebelahnya.

"Annyeonghaseyo." Aku menyapa teman Sungyoung. "Namjachingumu?" Kataku berbisik di telinga Sungyoung.

"Aniyo!! Dia chingu ku sejak kecil." Sungyoung balas berbisik juga.

"Annyeonghaseyo. Jeoneun Choi Won Hong imnida. Mannaseo bangapseumnida." Kata namja itu sambil menjabat tanganku.

"Kang Chan Hee imnida. Mannaseo bangapseumnida." Kataku sambil tersenyum padanya.

Sungyoung POV
Aduh.. baru hari pertama saja aku sudah begitu capek. Apalagi besok? Huh.. Kali ini aku berjalan pulang. Ryeowook oppa dan D.O oppa sudah pulang ke Seoul. Hari ini benar-benar sial! Tadinya aku ingin mengajak Chanhee pulang bersama, tapi dia sudah tidak ada.

Aku berjalan dengan kaki pincang. Aku tadi dihukum, berdiri dengan satu kaki di lapangan. Karena aku salah mengerjakan tugas.

*brukk

Kakiku tak kuat lagi. Aku terjatuh dan tak bisa berdiri lagi. Tak lama, ada sebuah mobil yang berhenti di belakangku. Sepertinya penumpangnya akan turun.

"Gwaenchana?" Kata seorang namja di belakangku. Dia mendekatiku dan membantuku untuk menepi.

"Ne. Aku hanya sedikit lelah. Gomapseumnida." 

"Kau yakin?" Heh! Tunggu dulu! Sepertinya aku sering mendengar suara namja itu. Akupun melihatnya. Dan aku begitu terkejut. Ternyata dia adalah KAI SUNBAE!!

TBC

1 komentar:

  1. ini ada yg part selanjutnya ga? aku penasaran sama ceritanya, ceritanya bagus, aku sampe senyum senyum sendiri bacanya hehe... aku penasaran banget sama kelanjutannya

    BalasHapus