Title : I'm Think I'm In Love With You
Cast : - Kang Chan Hee as Chanhee
- Han Sung Young as You
- Han Kyung Soo as Sungyoung's Brother
- Han Sun Young as Sungyoung's Sister
- Kim Jong In as Chanhee's Brother
Description : Ini sebetulnya hampir mirip sama kisah kehidupanku yang sebenarnya, CUMAN.... Nama-nama nya aja yang diganti jadi nama biasku. Kaya Kang Chan Hee, Kai, D.O, dll. Sekalian buat refresh aja, bayangin kalo andai aja kita bisa satu sekolah sama bias, jadi adiknya bias, hahaha. Enjoy your imagination, okayy? Hahaha
Sungyoung POV
Dia menarikku menuju tempat Shin songsaenim berada. Ishh bocah ini! Bagaimana dia bisa lupa dengan teman hyungnya sendiri? Ahh lumayan bisa dikenalkan dengan idol terkenal!! Nanti aku akan minta dikenalkan dengan Kai sunbae ah!!
"Hei hyung!! Apa kau ingat padaku?" Kata Chanhee pada Shin songsaenim.
"Tunggu dulu.. eumm.. Ahh! Kau namdongsae-nya Kai ya?" Kata Shin songsaenim pada Chanhee.
"Nee.. Annyeong.. Tapi jebaal.. Tolong rahasiakan kalau aku namdongsaeng-nya Kai.." Kata Chanhee sedikit berbisik.
"Oh.. Ne.. beres!" Kata Shin songsaenim sambil membentuk huruf o dengan ibu jari & jari telunjuknya.
"Kau mengajar disini, hyung?" Kata Chanhee.
"Ne. Aku mengajar kelas dance khusus trainee SM disini. Ini siapa, Chanhee? Yeojachingu??" Tanya Shin songsaenim penasaran.
"Menurutmu bagaimana? Cantik bukan?" Deg!! Apa yang tadi dia katakan? Huh! Pandai sekali dia membuat jantungku seakan mau copot.
"Euum.. A-aniyo!" Kataku sambil menginjak kaki Chanhee. "Kami hanya secara tidak sengaja bertemu tadi. Joneun Han Sung Young imnida, songsaenim." Kataku sambil membungkukkan badan.
"Oh.. Annyeong.. Ahh panggil saja aku oppa." Kata Shin songsaenim sambil melakukan wink.
"Huss kau sudah tua, masih saja genit! Aku saja yang kau panggil oppa." Sekarang Chanhee yang melakukan wink jug padaku.
"Apa kau bilang? Sudah tua? Dasar kau bocah!!" Kata Shin songsaenim sambil menjitak kepala Chanhee.
"Sudahlah, Sungyoung. Kita pergi saja. Kajja!" Kata Chanhee sambil menjulurkan lidahnya kepada Shin songsaenim.
"Heiii!! Kalian mau kemana??" Tanya Shin songsaenim.
Chanhee menarikku tanpa menoleh ke Shin songsaenim.
Chanhee POV
Hossh.. Cuaca di Busan panas sekali! Tidak sedingin di Seoul. Sepertinya tenggorokanku meminta sesuatu..
"Sungyoung-ah~ Kau tahu kedai es krim yang enak di dekat sini?" Aku bertanya pada Sungyoung. Aku ingin makan es krim sekarang. Karena aku tak tahu tempat-temoat di Busan, maka aku tanya saja padanya.
"Kau memanggilku akrab sekali, eoh? Kau ingin es krim? Ah aku juga!! Kajja! Tapi traktir aku, oke? Anggap saja sebagai tanda kalau kita sudah berteman. Setuju?" Kata Sungyoung.
"Ne.. Arraseo."
*SKIP
Sampailah kami berdua di kedai es krim yang ditunjukkan Sungyoung. Kulihat pengunjung disini kebanyakan pelajar-pelajar seperti kami ini. Suasana hari ini panas sekali. Pantas saja kedai ini ramai sekali. Kami langsung memesan es krim dan langsung duduk di tempat yang ada di pojok kedai.
"Apa kau punya banyak teman disini?" Tanyaku memulai obrolan.
"Heumm. Ne, lumayan. Tapi kebanyakan namja-namja disini tidak baik. Maksudku seperti menaiki motor, padahal belum mempunyai SIM. Ya begitu lah Busan. Hehe" Kata Sungyoung.
"Lalu, mengapa kau langsung percaya padaku tadi? Bagaimana jika aku tidak baik?" Kataku sambil menatapnya dengan tajam.
"Eum.. Molla. Kau tadi sangat baik padaku. Aku jadi percaya padamu." Kata Sungyoung sedikit gugup.
Lalu es krim pesanan kami datang, mata Sungyoung sudah seperti orang kelaparan. Dia langsung menyambar es krim itu. Dia makan seperti anak kecil. Belepotan. Aku memperhatikannya sambil tertawa.
"Adakah yang lucu?" Katanya, mulutnya masih penuh dengan es krim.
"Hahaha. Ani, caramu makan lucu sekali. Masih seperti anak kecil."
"Bagaimana kalau habis ini kita pergi ke Game Center saja?" Kataku sambil menyantap es krim ku.
"Eum.. Terserah kau saja. Aku tidak bisa bermain game. Bermain Tetris saja kalah." Katanya dengan wajah murung.
"Hahahaha. Tetris? Anak TK saja bisa bermain game itu. Lucu sekali kau, Sungyoung!! Uhuk uhuk." Sampai-sampai aku tersedak, saking gelinya mendengar pernyataannya.
"Chanhee? Gwaenchana?" Ekspresinya khawatir sekali. Hahaha. Sungyoung yang cuek ternyata bisa se khawatir ini.
"Ne. Gwaenchana. Hahaha. Ya sudah, lebih baik kita pulang saja setelah ini." Kataku sambil mengusap sisa es krim di mulutku.
"Baiklah. Kalau begitu aku pulang duluan saja. Annyeong, teman baru!!" Katanya seraya sedikit membungkukkan badannya.
"Ne! Jangan sampai terlambat besok. Kau bisa dimakan hidup-hidup oleh sunbae kejam itu! Hahaha."
Sungyoung POV
Aku berjalan sendiri menuju rumahku. Jadi.. Chanhee adalah dongsaeng dari Kai sunbae! Sudah sejak EXO debut, aku sudah tergila-gila dengan namja keren itu. Tapi.. Ada yang aneh.. Mengapa nama marga Chanhee berbeda dengan Kai sunbae? Apa appa mereka berbeda? Ah.. Kenapa aku jadi ingat oppa-ku ya? Sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Kalian tahu siapa sebenarnya oppa-ku? Dia adalah Han Kyung Soo EXO! Teman baik Kai sunbae. Tapi selama ini aku menutupi identitasku, ya.. Kalian tahu kan betapa kejamnya sasaeng fans? Tapi sebagai dongsaeng seorang Korean Idol, aku tetap fangirl dari grup kakakku sendiri. Hahaha. Begitupun Sun-young, adikku. Dia adalah fangirl dari EXO Baek-hyun. Tapi selama ini kami tidak diperbolehkan oleh Kyungsoo oppa untuk bertemu dengan EXO. Sebegitu protektifnya D.O oppa padaku dan Sun-young. Sekarang dia sedang apa ya?
"Hey! Sungyoung! Ye, disini! Ini aku!!" Seseorang berbisik dari belakang. Dia memakai masker, topi, dan kacamata hitam.
"Nuguseyo?" Aku berjalan mundur, bersiap untuk berteriak atau menghindar dari orang itu.
"Ini aku!! Kyungsoo!!" Oo.. Ternyata dia Kyungsoo oppa. Kupikir seseorang akan menculikku. Mana mungkin ada orang yang berniat menculikku? Hahaha.
"Oh.. Oppa sejak kapan disini? Aku baru saja memikirkanmu. Bogoshipeoyoo~!" Langsung kupeluk Kyungsoo oppa, tak kuperdulikan pandangan aneh orang-orang yang melewati jalan ini.
"Ye. Sesak!! Apa kau begitu merindukanku? Nadoo!" Kata Kyungsoo oppa, haha. Dia membalas pelukanku.
"Baru saja aku mau ke rumah. Tetapi kebetulan aku melihatmu. Jadi aku kesini saja. Kau baru saja pulang sekolah? Kenapa petang sekali?" Tanya Kyungsoo oppa.
"Hmm ya begitulah. Aku tadi diajak ke kedai es krim dengan temanku." Jawabku memasang wajah capai.
"Huh dongsaeng ku masih saja begini!" Katanya sambil mencubit pipiku. "Eh iya, temanmu namja atau yeoja?" Hah? Sejak kapan dia menjadi ingin tahu seperti ini?
"Bimil (rahasia)!!" Jawabku sambil menjulurkan lidah.
"Hm.. Ya sudah, kajja!! Aku tidak sabar ingin bertemu Sun-young."
D.O POV
Hari ini aku pulang ke Busan. Kuliahku sedang libur, jadi aku sempatkan untuk kesini. Sekarang aku bersama Sungyoung. Tadi sebetulnya aku membuntutinya bersama teman namjanya. Hihi. Kebetulan aku juga sedang kepanasan. Jadi aku ikut masuk ke kedai itu. Aku tahu siapa namja yang bersama Sungyoung, dia adalah adik chingu ku, Kai. Namanya Chanhee. Aku pernah ditunjukkan fotonya oleh Kai. Dia pernah menceritakan adik tirinya itu padaku. Dulu appa-nya menikah dengan eomma-nya Chanhee. Tadinya dia susah menerima Chanhee dirumahnya. Tapi semenjak eomma Chanhee meninggal, dia menjadi lebih melunak dengan Chanhee. Yaa... Kalian tau sendiri kan bagaimana kekanak-kanakan Kai yang anak bungsu, apalagi kedua kakaknya adalah yeoja. Jadi dia biasa dimanjakan nuna-nuna nya.
"Kau tahu? Aku begitu lelah menjadi member EXO. Dari pagi sampai sore harus menyanyi dimana-mana. Tapi ada serunya juga sih. Aku jadi punya banyak teman dan banyak yeoja yang mendekatiku.." kataku sambil memasang wajah sombong.
"Jinjjayo? Apa yeoja di Inha manis-manis? Seperti apa mereka oppa? Apa kau sudah punya yeoja chingu, oppa?" Sungyoung tetap saja seperti ini terus. Kalau sudah berbicara, dia tidak bisa berhenti. Tapi berbeda sekali saat didepan Chanhee tadi. Dia terlihat begitu gugup. Hahaha. Aku setuju sekali kalau mereka bersama, aku jadi satu keluarga dengan Kai.. Hehe. Semoga begitu...
Sungyoung POV
"Manis? Semua yeoja disana manis-manis. Aku belum ingin punya yeojachingu.." Isss dasar! Belum ingin? Atau tidak ada yang mengingikannya? Hahaha.
"Huuh! Sudah kuduga kau tidak laku.. Hahaha." Kataku dengan nada mengejek.
"Ya!! Kau pikir aku barang bisa dibeli orang seenaknya?" Aw! Tangannya mendarat mulus di kepalaku. Menbuatku mengerang kesakitan.
"Aah.. Appo!!" Kataku sambil mengusap-ngusapkan tanganku di kepala. Setidaknya sedikit mengurangi rasa sakit.
Kami sudah sampai di depan rumah. Kenapa gelap sekali? Apa mereka semua pergi? Aku mengetuk pintu, tidak ada jawaban. Lalu kupanggil-panggil nama dongsaeng ku bersamaan dengan Kyungsoo oppa yang sedang mengetuk pintu. Akhirnya pintu terbuka, tapi gelap sekali. Aku tidak bisa melihat apa-apa. Langsung saja kuraih saklar lampu, lalu...
"Ih!! Ada apa sih ribut-ribut? Aku sedang hibernasi!! Hoam.." Tiba-tiba Sun-young keluar dari kamarnya dengan rambut berantakan, berjalan tergopoh sambil menguap.
"Hei sudah sejak kapan kau tidur, adik jelek?" Kata Kyungsoo opppa sambil memeluk Sun-young dengan sedikit jijik karena ada liur Sun-young dimana-mana. Hahaha.
"Eh? Annyeong oppa. Kapan kau datang? Bogoshipeoyoo.." Sun-young membalas pelukan Kyungsoo oppa.
"Eomma dan appa dimana, Sun-young-ah?" Kataku sambil mencari eomma dan appa di seluruh penjuru rumah.
"Hm......" Sun-young terlihat sedang berpikir. "Mollayo. Hehheehe." Huh dasar! Kukira dia sedang berpikir sesuatu.
"Bagaimana kau bisa tidak tahu? Kau kan dari tadi siang ada dirumah." Kyungsoo oppa ikut bertanya.
"Aku langsung tidur saat kembali ke rumah. Sepertinya mereka tadi berpamitan padaku. Tapi aku masih setengah tertidur. Jadi aku tak tahu mereka pergi kemana."
"Ah yasudah. Aku mandi dulu ya, Sun-young." Kataku sambil berjalan menuju kamar mandi.
*Skip
Chanhee POV
Aku sekarang sedang berjalan pulang, tapi kenapa dari tadi aku tidak sampai-sampai ya? Dan sepertinya aku sudah melewati jalan ini. Ah. Sepertinya aku tersesat. Aduh, eotteohke? Tidak ada orang di sekitar sini. Hanya pohon-pohon besar, jalannya pun gelap. Aha!! Telepon Kai hyung saja!
*tuuutt* *tuuuut*
"Yeobo-"
"Hyung kau dimana? Sepertinya aku tersesat!" Kataku langsung to the point.
"Yak!! Bisakah kau tidak berteriak?"
"Hyung ini darurat hyung! Aku mulai takut!" Kataku sedikit berlebihan, supaya dia segera menolongku.
"Ya sudah. Kau ada dimana sekarang?" Jawab Kai hyung. Dari nadanya, dia sedikit cemas.
"Baboya! Kalau aku tahu dimana, aku tidak akan menghubungimu, hyung!"
"Heh, dongsaeng babo! Maksudku kau ada di sekitar benda apa? Misalnya makanan, tumbuhan, atau hewan, atau apalah!"
"Aku ada di sekitar pohon-pohon, tempatnya gelap, dan menakutkan."
"Bagaimana aku bisa tahu kalau kau memberi petunjuknya seperti itu, sulit!" Ahh.. Kupikir menelepon Kai hyung bisa mendapat solusi, ternyata sama saja!
"Ya sudah, hyung. Lebih baik aku cari jalan sendiri saja, daripada merepotkanmu seperti ini. Annyeong!" Tanpa menunggu jawaban darinya, aku menutup sambungan dan menyalakan senter yang ada di ponselku.
Kenapa jalan ini begitu sepi? Bagaimana ini? Atau aku berteriak saja? Sepertinya bukan ide yang buruk..
Hana, dul, set...
"APAKAH ADA ORANG DISINI? BISAKAH SESEORANG MENOLONGKU? AKU TIDAK TAHU JALAN!"
Tidak ada jawaban. Aku berjalan lagi, lurus terus. Mungkin saja aku menemukan jalan.
"Gwaenchanayo?" Kata seseorang dibelakangku sambil menyentuh bahuku.
"AAA-"
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar